Senin, 23 Juni 2014

RANGKUMAN PERKM. MOTORIK



1.      Perkembangan pada suatu mahluk hidup atau organism adalah sesuatu yang alami (natural).  Kata perkembangan (development) seringkali dikaitkan dengan pertumbuhan (growth), dan dengan kematangan (maturation).
1.      Pertumbuhan (growth) lebih banyak berkaitan dengan aspek-aspek jasmaniah atau fisik manusia, sedang perkembangan (development) berkaitan dengan aspek psikis atau rohaniahnya.
2.      Pertumbuhan menunjukkan perubahan atau penambahan secara kuantitatif, yaitu dalam ukuran besar atau tinggi. Sedang perkembangan  berkaitan dengan peningkatan kualitatif, yaitu peningkatan atau penyempurnaan fungsi-fungsi kemampuan atau ketrampilan. Dengan kata lain pertumbuhan berkaitan dengan penyempurnaan struktur, sedang pekembangan berkaitan dengan penyempurnaan fungsi.
3.      Pertumbuhan akan berakhir apabila telah mencapai tingkat kematangan tertentu, misalnya tinggi badan. Sedangkan perkembangan akan terus berlangsung sampai akhir hidup individu. Sebagai suatu proses, perkembangan berisi suatu rentetan tahap-tahap kematangan (maturation).
2.      Pada prinsip-prinsip perkembangan sering juga disebut dengan hukum-hukum perkembangan.
1.      Perkembangan individu berlangsung sepanjang hayat, dimulai sejak pertemuan sel ayah dan ibu dan berakhir pada masa kematiannya
2.      Perkembangan meliputi semua aspek pada individu, meliputi  aspek inteligensi,  emosi,  kemampuan  bahasa,  sosial,  kepribadian  dan perkembangan kesadaran beragama (Syamsu Yusuf LN, 2004).
3.      Setiap individu mempunyai kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda. Pada saat tertentu dan bagi individu tertentu perkembangan dapat berlangsung sangat cepat, cepat, lambat atau sangat lambat, demikian pula dengan kualitas perkembangannya.
4.      Perkembangan berlangsung secara relatif beraturan, mengikuti pola-pola tertentu. Perkembangan sesuatu segi didahului atau mendahului yang lainya. Untuk dapat jalan berlari seorang anak sebelumnya harus sudah lancar berjalan, sebelum itu anak harus sudah dapat berjalan, dan sebelumnya berjalan dengan berpegangan (titah), dan seterusnya.
5.      Dalam mekanismenya proses perkembangan berjalan seiring dengan proses pertumbuhan, misal untuk dapat berjalan seorang anak harus sudah siap atau sudah cukup kuat otot-ototnya. Abu Ahmadi dan Munawar Sholeh (2005) menyatakan bahwa pertumbuhan fisik memang mempengaruhi perkembangan psikologis. Pertambahan fungsi-fungsi otak misalnya memungkinkan anak dapat tersenyum, berjalan, bercakap-cakap dan sebagainya.

3.      Secara garis besar ada 5 fase perkembangan dalam hidup manusia yaitu: Fase sebelum lahir (prenatal), Fase bayi (infant), Fase anak-anak (childhood), Fase adolensia (adolence) dan Fase dewasa (adulthood). 
1.       Fase sebelum lahir (prenatal)
Fase perkembangan selama masih berada di dalam kadungan. Lama kandungan yang normal adalah 9 bulan lebih 10 hari. Dua minggu pertama terjadi perubahan disebut fase awal (germinal). Antara 2 sampai 8 minggu berada dalam kandungan disebut embrio dan antara 8 minggu sampai saat lahir disebut janin.
2.        Fase bayi (infant)
Fase perkembangan mulai dilahirkan sampai berumur 1 atau 2 tahun. Mulai saat lahir sampai umur 4 minggu merupakan fase kelahran (neonatal)
3.       Fase anak-anak (childhood)
Fase perkembangan mulai umur 1 atau 2 tahun sampai 10 atau 12 tahun. Fase anak-anak diklasifikasikan menjadi 2 fase yaitu:
a.       Fase anak-anak kecil (early childhood) antara 1 atau 2 tahun sampai 6 tahun
b.      Fase anak-anak besar (later childhood) antara 6 sampai 10 atau 12 tahun
4.       Fase adolensia (adolence)
Antara laki-laki dan perempuan dimulai dan diakhiri pada umur yang berbeda. Pada perempuan mulai pada umur 10 tahun dan berakhir pada umur 18 tahun. Sedangkan pada laki-laki mulai umur 12 tahun dan berakhir pada umur 20 tahun. Berarti perempuan mencapai fase adolensia 2 tahun lebih awal disbanding laki-laki. Dan berakhirnyaa 2 tahun lebih awal.
5.       Fase dewasa (adulthood)
Fase ini terbagi menjadi 3 fase, yaitu:
a.       Fase dewasa muda (young adulthood) antara 18 tahun (perempuan) atau 20 tahun (laki-laki) sampai 40 tahun.
b.      Fase dewasa madya (middle adulthood) antara 40 sampai 60 tahun
c.       Fase dewasa tua (older adulthood) mulai 60 tahun seterusnya

4.   Keterampilan koordinasi motorik kasar Lokomotor, non lokomotor dan manipulatif
1. Keterampilan lokomotor meliputi gerak tubuh yang berpindah tempat yaitu: berjalan, berlari, melompat, meluncur, berguling, menderap, menjatuhkan diri, dan bersepeda. Keterampilan lokomotor membantu mengembangkan kesadaran anak akan tubuhnya  dalam ruang. Kesadaran ini disebut kesadaran persepsi motorik yang meliputi kesadaran akan tubuh sendiri, waktu, hubungan ruang ( spasial), konsep arah, visual dan pendengaran. Kesadaran ini akan terlihat dari usaha anak meniru gerakan-gerakan anak lain atau gurunya.
2.       keterampilan non lokomotor,yaitu menggerakkan anggata tubuh dengan posisi tubuh diam di tempat seperti : berayun, mengangkat,bergoyang,merentang,memeluk, melengkung, memutar, membungkuk,mendorong.keterampilan ini sering di kaitkan dengan keseimbangan atau kestabilan tubuh,yaitu gerakan yg membutuhkan keseimbangan pada taraf tertentu.
3.       keterampilan manipulatif,meliputi penggunaan serta pengontrolan  gerakan otot-otot kecil yang terbatas,terutama yang berada di tangan dan kaki. Keterampilan  gerakan manipulatif,antara lain meregang ,memeras,menarik,menggegam, memotong, meronce, membentuk, menggunting dan menulis. Keterampilan memproyeksi, menangkap dan menerima. Keterampilan ini  dapat dilihat pada waktu anak menangkap bola, menggiring bola, melempar bola , menendang bola, melambungkan bola, memukul dan menarik.