1.
Perkembangan pada suatu mahluk
hidup atau organism adalah sesuatu yang alami (natural). Kata perkembangan (development)
seringkali dikaitkan dengan pertumbuhan (growth), dan dengan kematangan (maturation).
1.
Pertumbuhan (growth) lebih
banyak berkaitan dengan aspek-aspek jasmaniah atau fisik manusia, sedang
perkembangan (development) berkaitan dengan aspek psikis atau
rohaniahnya.
2.
Pertumbuhan menunjukkan perubahan
atau penambahan secara kuantitatif, yaitu dalam ukuran besar atau tinggi.
Sedang perkembangan berkaitan dengan
peningkatan kualitatif, yaitu peningkatan atau penyempurnaan fungsi-fungsi
kemampuan atau ketrampilan. Dengan kata lain pertumbuhan berkaitan dengan
penyempurnaan struktur, sedang pekembangan berkaitan dengan penyempurnaan
fungsi.
3.
Pertumbuhan akan berakhir apabila
telah mencapai tingkat kematangan tertentu, misalnya tinggi badan. Sedangkan
perkembangan akan terus berlangsung sampai akhir hidup individu. Sebagai suatu
proses, perkembangan berisi suatu rentetan tahap-tahap kematangan
(maturation).
2.
Pada prinsip-prinsip perkembangan
sering juga disebut dengan hukum-hukum perkembangan.
1.
Perkembangan individu berlangsung
sepanjang hayat, dimulai sejak pertemuan sel ayah dan ibu dan berakhir pada
masa kematiannya
2.
Perkembangan meliputi semua aspek
pada individu, meliputi aspek
inteligensi, emosi, kemampuan
bahasa, sosial, kepribadian
dan perkembangan kesadaran beragama (Syamsu Yusuf LN, 2004).
3.
Setiap individu mempunyai
kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda. Pada saat tertentu dan bagi
individu tertentu perkembangan dapat berlangsung sangat cepat, cepat, lambat
atau sangat lambat, demikian pula dengan kualitas perkembangannya.
4.
Perkembangan berlangsung secara
relatif beraturan, mengikuti pola-pola tertentu. Perkembangan sesuatu segi
didahului atau mendahului yang lainya. Untuk dapat jalan berlari seorang anak
sebelumnya harus sudah lancar berjalan, sebelum itu anak harus sudah dapat
berjalan, dan sebelumnya berjalan dengan berpegangan (titah), dan seterusnya.
5.
Dalam mekanismenya proses
perkembangan berjalan seiring dengan proses pertumbuhan, misal untuk dapat
berjalan seorang anak harus sudah siap atau sudah cukup kuat otot-ototnya. Abu
Ahmadi dan Munawar Sholeh (2005) menyatakan bahwa pertumbuhan fisik memang
mempengaruhi perkembangan psikologis. Pertambahan fungsi-fungsi otak misalnya
memungkinkan anak dapat tersenyum, berjalan, bercakap-cakap dan sebagainya.
3. Secara garis besar ada 5 fase
perkembangan dalam hidup manusia yaitu: Fase sebelum lahir (prenatal), Fase
bayi (infant), Fase anak-anak (childhood), Fase adolensia (adolence) dan Fase
dewasa (adulthood).
1. Fase sebelum
lahir (prenatal)
Fase perkembangan selama masih berada di dalam kadungan.
Lama kandungan yang normal adalah 9 bulan lebih 10 hari. Dua minggu pertama
terjadi perubahan disebut fase awal (germinal). Antara 2 sampai 8 minggu berada
dalam kandungan disebut embrio dan antara 8 minggu sampai saat lahir disebut
janin.
2. Fase bayi
(infant)
Fase perkembangan mulai dilahirkan sampai berumur 1 atau 2
tahun. Mulai saat lahir sampai umur 4 minggu merupakan fase kelahran (neonatal)
3. Fase
anak-anak (childhood)
Fase perkembangan mulai umur 1 atau 2 tahun sampai 10 atau
12 tahun. Fase anak-anak diklasifikasikan menjadi 2 fase yaitu:
a. Fase
anak-anak kecil (early childhood) antara 1 atau 2 tahun sampai 6 tahun
b. Fase
anak-anak besar (later childhood) antara 6 sampai 10 atau 12 tahun
4. Fase
adolensia (adolence)
Antara laki-laki dan perempuan dimulai dan diakhiri pada
umur yang berbeda. Pada perempuan mulai pada umur 10 tahun dan berakhir pada
umur 18 tahun. Sedangkan pada laki-laki mulai umur 12 tahun dan berakhir pada
umur 20 tahun. Berarti perempuan mencapai fase adolensia 2 tahun lebih awal
disbanding laki-laki. Dan berakhirnyaa 2 tahun lebih awal.
5. Fase dewasa (adulthood)
Fase ini terbagi menjadi 3 fase, yaitu:
a. Fase dewasa
muda (young adulthood) antara 18 tahun (perempuan) atau 20 tahun (laki-laki)
sampai 40 tahun.
b. Fase
dewasa madya (middle adulthood) antara 40 sampai 60 tahun
c. Fase dewasa
tua (older adulthood) mulai 60 tahun seterusnya
4. Keterampilan koordinasi motorik kasar Lokomotor, non lokomotor dan manipulatif
1. Keterampilan
lokomotor meliputi gerak tubuh yang berpindah tempat yaitu: berjalan, berlari,
melompat, meluncur, berguling, menderap, menjatuhkan diri, dan bersepeda.
Keterampilan lokomotor membantu mengembangkan kesadaran anak akan tubuhnya dalam ruang. Kesadaran ini disebut kesadaran
persepsi motorik yang meliputi kesadaran akan tubuh sendiri, waktu, hubungan
ruang ( spasial), konsep arah, visual dan pendengaran. Kesadaran ini akan
terlihat dari usaha anak meniru gerakan-gerakan anak lain atau gurunya.
2.
keterampilan non
lokomotor,yaitu menggerakkan anggata tubuh dengan posisi tubuh diam di tempat
seperti : berayun, mengangkat,bergoyang,merentang,memeluk, melengkung, memutar,
membungkuk,mendorong.keterampilan ini sering di kaitkan dengan keseimbangan
atau kestabilan tubuh,yaitu gerakan yg membutuhkan keseimbangan pada taraf
tertentu.
3.
keterampilan
manipulatif,meliputi penggunaan serta pengontrolan gerakan otot-otot kecil yang
terbatas,terutama yang berada di tangan dan kaki. Keterampilan gerakan manipulatif,antara lain meregang
,memeras,menarik,menggegam, memotong, meronce, membentuk, menggunting dan
menulis. Keterampilan memproyeksi, menangkap dan menerima. Keterampilan
ini dapat dilihat pada waktu anak
menangkap bola, menggiring bola, melempar bola , menendang bola, melambungkan
bola, memukul dan menarik.